Rabu, 18 Oktober 2017

ARSITEKTUR SET INSTRUKSI

Set Instruksi (Instruction Set Architecture (ISA)) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis registermode pengalamatanarsitektur memori, penanganan interupsieksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).
ISA kadang-kadang digunakan untuk membedakan kumpulan karakteristik yang disebut di atas dengan mikroarsitektur prosesor, yang merupakan kumpulan teknik desain prosesor untuk mengimplementasikan set instruksi (mencakup microcodepipelinesistem cachemanajemen daya, dan lainnya). Komputer-komputer dengan mikroarsitekturberbeda dapat saling berbagi set instruksi yang sama.
Sebagai contoh, prosesor Intel Pentium dan prosesor AMD Athlon mengimplementasikan versi yang hampir identik dari set instruksi Intel x86, tetapi jika ditinjau dari desain internalnya, perbedaannya sangat radikal. Konsep ini dapat diperluas untuk ISA-ISA yang unik seperti TIMI yang terdapat dalam IBM System/38 dan IBM IAS/400. TIMI merupakan sebuah ISA yang diimplementasikan sebagai perangkat lunak level rendah yang berfungsi sebagai mesin virtual. TIMI didesain untuk meningkatkan masa hidup sebuah platform dan aplikasi yang ditulis untuknya, sehingga mengizinkan platform tersebut agar dapat dipindahkan ke perangkat keras yang sama sekali berbeda tanpa harus memodifikasi perangkat lunak (kecuali yang berkaitan dengan TIMI). Hal ini membuat IBM dapat memindahkan platform AS/400dari arsitektur mikroprosesor CISC ke arsitektur mikroprosesor POWER tanpa harus menulis ulang bagian-bagian dari dalam sistem operasi atau perangkat lunak yang diasosiasikan dengannya.

Jenis-jenis Instruksi
·         Data processing/pengoahan data : instruksi aritmetika dan logika.
·         Data storage/penyimpanan data : instruksi-instruksi memori.
·         Data movement/perpindahan data : instruksi I/O.
·         Control/control : instruksi pemeriksaan dan percabangan.
Instruksi aritmetika memiliki kemampuan untuk mengolah data numeric. Sedangkan instruksi logika beroperasi pada bit-bit word sebagai bit, bukan sebagai bilangan. Operasi-operasi tersebut dilakukan teutama untuk data di register CPU.
Instruksi-instruksi memori diperlukan untuk memindah data yang terdapat di memori dan register. Instruksi-instruksi I/O diperlukan untuk memindahkan program dan data kedalam memori dan mengembalikan hasil komputasi kepada pengguna.

Desain set Instruksi
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangatkomplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya adalah:
1.       Kelengkapan set instruksi
2.       Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3.       Kompatibilitas :
·         source code compatibility
·         Object code Compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut :
§  Operation Repertoire
Berapa banyak dan opera siapa saja yang disediakan, dan berapa sulit operasinya
§  Data Types
Tipe/jenis data yang dapat olah
§  Instruction Format
Panjangnya, banyaknya alamat,dsb.
§  Register
Banyaknya register yang dapat digunakan
§  Addressing
Mode pengalamatan untuk operand

Teknik Pengalamatan
1.       Immediate Addressing
§   Operand benar-benar ada dalam instruksi atau bagian dari intsruksi
§   Operand sama dengan field alamat
§   Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk complement dua
§   Bit paling kiri sebagai bit tanda
§   Ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda digeser ke kiri hingga maksimum word data
§   Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand
§   Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhanakan akan cepat
§   Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field
§   Contoh :  ADD 7 ; tambahkan 7 pada akumulator
2.       Direct Addressing
§   Teknik ini banyak digunakan pada komputer lama dan komputer kecil
§   Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulus khusus
§   Field alamat berisi efektif address sebuah operand
§   Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
§   Contoh  :  ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator
3.       Indirect Addressing
§  Merupakan mode pengalamatan tak langsung
§  Field alamat mengacu pada alamat word di alamat memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang
§  Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
§  Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
§  Contoh :  ADD (A) ; tambahkan isi memori yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator
4.       Register addressing
§  Metode pengalamatan register mirip dengan mode pengalamatan langsung
§  Perbedaanya terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama
§  Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose
§  Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori
§  Akses ke register lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepat
§  Ruang alamat menjadi terbatas


5.       Register indirect addressing
§  Metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung
§  Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register
§  Letak operand berada pada memori yang dituju oleh isi register
§  Keuntungan dan keterbatasan pengalamatan register tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung
§  Keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak
§  Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung
6.       Displacement addressing
§  Menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung
§  Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit
§  Operand berada pada alamat A ditambahkan isi register
§  Merupakan kebalikan dari mode base register
§  Field alamat dianggap sebagai alamat memori dalam indexing
§  Manfaat penting dari indexing adalah untuk eksekusi program-program iteratif
§  Contoh :  Field eksplisit bernilai A dan field imlisit mengarah pada register
7.       Stack addressing
§  Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-firs-out
§  Stack merupakan blok lokasi yang terbaik
§  Btir ditambahkan ke puncak stack sehingga setiap blok akan terisi secara parsial
§  Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack
§  Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga stack
§  Stack pointer tetap berada dalam register
§  Dengan demikian, referensi-referensi ke lokasi stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar