1.
Sebutkan
dan jelaskan macam-macam saluran komunikasi yang sekarang ini umum dipakai.
a.
Saluran Telepon
Saluran
Telepon merupakan perangkat keras yang harus disediakan dalam rangka akan
membangun internet. Selain itu dapat digunakan pula handphone atau telepon
seluler yang menyediakan modem dalam alat tersebut sehingga memungkinkan
dihubungkan dengan kabel data untuk akses internet. Dengan handpone
atau saluran kabel dan modem dial up kita dapat melakukan akses internet,
misalnya melalui Telkomnet Instans tanpa harus mendaftar dulu.
b.
Saluran Internet
Internet
dijaga oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal
(protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian).
Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF),
yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request
for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet
Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB).
Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
2.
Jelaskan
ciri atau spesifikasi Frequency Shift Keying (FSK) dan Binary Frequency Shift
Keying (BFSK)
Frequency
shift keying (FSK) merupakan sistem modulasi digital yang relatif sederhana,
dengan kinerja yang kurang begitu bagus dibandingkan sistem PSK atau QAM. FSK
biner adalah sebuah bentuk modulasi sudut dengan envelope konstan yang mirip
dengan FM konvensional, kecuali bahwa dalam modulasi FSK, sinyal pemodulasi
berupa aliran pulsa biner yang bervariasi diantara dua level tegangan diskrit
sehingga berbeda dengan bentuk perubahan yang kontinyu pada gelombang analog.
Dengan FSk
biner, pada frekuensi carrier tergeser (terediviasi) oleh input data biner. Sebagai
konsekuensinya, output pada suatu modulator FSK biner adalah suatu fungsi step
pada domain frekuensi. Sesuai perubahan sinyal input biner dari suatu logic 0
ke logic 1, dan sebaliknya, output FSK bergeser di antara dua frekuensi. Dengan
FSK biner, ada suatu perubahan frekuensi output setiap adanya perubahan kondisi
logic pada sinyal input.
Sebagai
konsekuensinya, laju perubahan output adalah sebanding dengan laju perubahan
input.Dalam modulasi digital, laju perubahan input pada modulator disebut bit
rate dan memiliki satuan bit per second (bps). Laju perubahan pada output modulator
disebut baud atau baud rate dan sebandingdengan keterkaitan waktu pada
satu elemen sinyal output. Esensinya, baud adalah kecepatan simbol perdetik.
Dalam FSK biner, laju input dan laju output adalah sama; se hingga, bit rate dan baud rate adalahsama.
3.
Jelaskan
tentang Pulsa Code Modulation
PCM merupakan metode umum untuk mengubah sinyal analog menjadi
sinyal digital. Dalam sistem digital, sinyal analog yang dikirimkan cukup
dengan sampel-sampelnya saja.
Sinyal suara atau gambar yang masih berupa sinyal listrik analog
diubah menjadi sinyal listrik digital melalui 4 tahap utama, yaitu :
a.
Sampling adalah
: proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal analog pada titik tertentu
secara teratur dan berurutan. Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x frekuensi
yang disampling (sekurang-kurangnya memperoleh puncak dan lembah) [teorema
Nyqust]. Hasil penyamplingan berupa PAM (Pulse Amplitude Modulation
b.
Quantisasi :
Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling dalam level-level
kuantisasi. Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer
dari level kuantisasi yang terdekat
c.
Pengkodean :
proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling ke bentuk kode digital
biner
d.
Multiplexing :
dari banyak input menjadi satu output fungsi Untuk penghematan transmisi. Menjadi
dasar penyambungan digital
4.
Jelaskan
tentang jaringan satelit, sebutkan kelebihan dan kekurangan jaringan satelit.
Satellite merupakan alat dalam orbit
bumi yang berfungsi khusus untuk menerima atau menghantarkan data secara
nirkabel (tanpa kabel). berkomunikasi melalui frekuensi radio.
Komunikasi
satelit mirip dengan line-of-sight microwave (transmisi mengikuti garis
lurus/LoS), hanya saja salah satu stasiunnya, yaitu satelit, mengorbit di atas
bumi. Satelit berfungsi seperti antena dan repeater yang sangat tinggi. Sebagai
repeater, berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun
bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali
ke arah bumi sesuai dengan coveragenya, seperti lokasi stasiun tujuan atau
penerima.
Satelit
adalah suatu Station Relay atau Repeater gelombang microwave yang diorbitkan di
angkasa, berfungsi untuk menerima, memperkuat atau mengulangi sinyal radio
dengan bidang frekuensi tertentu dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke
bidang frekuensi yang berbeda. Satelit memerlukan orbit Geo-stationary, tinggi
35,784 km. Selain itu ada juga yang menggunakan orbit Geosynchronus,
sebagaimana yang digunakan oleh satelit Intelsat dan Palapa.
Kelebihan :
·
Cakupan yang
luas. Bisa satu Negara, satu wilayah, satu daerah ataupun satu benua,
·
Bandwith
yang tersedia cukup lebar,
·
Independen
dari infrastruktur terrestrial,
·
Instalasi
jaringan segmen bumi yang cepat
·
Biaya
relative rendah per-site
·
Area
coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional
maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi.
·
VSAT bisa
dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
·
Dapat Koneksi
dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah
dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak
terhalang oleh bangunan – bangunan/ letak geografis bumi.
·
Komunikasi
dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik
secara broadcasting, multicasting.
·
Handal dan
bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data, dengan menyediakan
bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja.
·
Jika ke
internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router.
·
Sangat baik
untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur
telekomunikasi.
·
Media
transmisi satelite (VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena
memiliki orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi tidak mungkin sama.
Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna
wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga
mengalami kesulitan.
Kekurangan :
·
Untuk
melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay
propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah
dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan
Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
·
Dalam hal
keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui
udara terbuka.
·
Harga
relatif mahal karena harga peralatan yang mahal.
·
Memakan
tempat, terutama untuk piringannya/antenanya.
·
Waktu yang
dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah
sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu
sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh
data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner
sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
·
Curah Hujan
yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin
tinggi redaman karena curah hujan. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah
hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link
satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah
hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini
akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing
masing pelanggan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca,
debu meteor/ debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya.
·
Sun Outage,
Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi – satelit – matahari
berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner
pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di
ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap
tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage
mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit
mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport
maupun ground-segment biasa.
·
Seringkali
menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di
orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar