KELUARGA
Keluarga adalah kumpulan beberapa
orang yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Untuk keluarga besar mungkin
ditambah dengan kakek, nenek, tante, paman, keponakan dan masih ada lagi yang
lainnya. Untuk keluarga kecil itu sendiri terdapat ayah sebagai kepala
keluarga, dimana tugas seorang ayah adalah mengimami keluarganya untuk menjadi
yang lebih baik dan menuntun untuk melakukan sesuai dengan agama yang
dianutnya, dan terutama adalah untuk menafkahi keluarganya untuk dapat tetap
bertahan hidup. Sedangkan ibu sendiri bisa dikatakan sebagai seorang wakil dari
kepala keluarga, untuk dihormati dan disayangi. Ibu juga memegang peran penting
dalam keluarga yaitu tanpa ibu, seorang anak tidak akan lahir, tanpa ibu
seorang anak kecil tidak akan mendapat kasih dan sayang serta tidak akan
mendapat perhatian dalam kebutuhan biologisnya. Dan ibu memiliki jiwa
patritisme dalam hidupnya yaitu, ia lah yang telah melahirkan kita untuk dapat
hidup di dunia ini dan mengandung kita selama 9 bulakn lebih lamanya, dan itulah
mengapa ibu sangat patut kita hormati dan kita sayangi. Untuk anggota keluarga
kecil lainnya adalah anak, dimana tanpa anak maka keluarga yang hanya
beranggotakan suami dan istri saja tidak akan merasakan keindahan dalam
berkeluarga, karena selain untuk istri maka ayah akan menafkahi anaknya, dan
jika tidak memiliki anak maka keluarga tersebut akan merasakan kesepian dan
kebosanan dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.
Arti keluarga buat saya, keluarga
adalah segalanya. Dimana keluarga merupakan tempat kita untuk menceritakan
semuanya, dimana kita bertemu dengan orang-orang hebat seperti ayah dan ibu
serta kakak dan adik. Mungkin kata yang tepat adalah “tidak ada tempat terindah
dan terenak kecuali tempat dimana keluarga berada”. Sering kita berpikir bahwa
ibu atau ayah kita terkadang melarang kegiatan kita, dengan berbagai alasannya
tersendiri. Jika dipikirkan lebih lanjut, bukan mereka melarang kita untuk
melakukannya, bisa saja mereka sangat khawatir dengan keadaan kita jika
mengikuti kegiatan tersebut, atau pula ia ingin sekali menghabiskan waktu untuk
berkumpul bersama dalam rumah dan mungkin banyak lagi pemikiran lain yang belum
tentu kita sadari seberapa jauhnya pemikiran orang tua kita tersebut.
Selain itu keluarga juga tempat kita
belajar, belajar untuk berlaku sopan santun, belajar tentang agama, belajar
berpakaian, belajar melakukan segalanya sendiri dan bahkan belajar untuk
membaca pun kita lakukan dirumah selain disekolah. Jangan pernah bilang yang
pertama kali mengajarkan kita untuk membaca adalah guru taman kanak kanak kita
ataupun guru PAUD kita. Karena tidak ataupun kita sadari yang pertama dalam
hidup kita untuk mengajari kita membaca adalah bagian dari keluarga kita, bisa
itu adalah seorang ibu ataupun ayah kita sendiri. Tidak berhenti disana, bahkan
sampai saat ini, saat jauh dari mereka pun kita pasti dibekali dengan amanat
dan pesan-pesan moral yang akan selalu kita ingat sampai kita mati nanti. Hal yang
paling saya ingat ketika saya akan meninggalkan ibu dan ayah saya untuk
menuntut ilmu di kampus yang pastinya jauh dari rumah saya adalah “jangan
pernah tinggalkan solat dan mengaji untuk selalu dekat dengan-Nya, itu semua
merupakan tameng untuk diri sendiri agar bisa terhindar dari kerasnya pergaulan
di kota besar seperti ini”. Hal itulah yang bisa membuat saya selalu rindu akan
rumah yang berada jauh di Kota Sawahlunto di Sumatera Barat (Perkenalan). Rindu
akan ibu dan ayah pasti sangat dirasakan, karena saya sangat dekat dengan
mereka berdua, tapi itu semua dapat diatasi dengan seringnya komunikasi yang
terjadi.
Berbicara tentang komunikasi, kunci dari
terjaganya keharmonisan keluarga adalah komunikasi. Karena bagaimanapun jika
telah terdapat yang namanya keluarga, pasti anggota keluarga sangat menyayangi
dan memperhatikan anggota lainnya dari keluarga tersebut. Jadi untuk menjaga
kepercayaan itu maka perlulah komunikasi tadi. Komunikasi dalam hal ini tidak
selalu antara ibu dan ayah atau suami dan istri saja. Itu merupakan bentuk
universal, karena ibu pasti akan sangat khawatir terhadap anaknya yang mana
anak tersebut tidak memberikan kabar ketika disaat ia meninggalkan rumah,
begitu juga ayah dengan anak, bisa juga dari kakak terhadap adik dan
sebaliknya, dan hal yang mungkin jarang kita lakukan yaitu mengkhawatirkan ibu
atau ayahnya ketika meninggalkan rumah. Mungkin tidak semua melakukan hal
demikian, tapi tentu ada anak yang lebih mementingkan urusan lain dari pada
mengkhawatirkan keadaan ibu atau ayahnya ketika meninggalkan rumah. Tentu hal
ini sangat tidak sepadan dengan apa yang telah dilakukan ibu dan ayahnya
terhadap dirinya ketika mulai dari kecil hingga sekarang. Jika berbicara
tentang jasa ibu dan ayah pasti hingga kiamatpun tidak akan pernah dapat
terhitung betapa sangat berjasanya beliau dalam kelangsungan hidup kita. Untuk itu
menurut saya keluarga dapat diartikan dalam dua kata yaitu “surganya dunia”,
karena terdapat dua orang malaikat yang selalu menjaga dan menyayangi titipan
Allah SWT. untuk mereka. (Genta Febriyanda)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar