Rabu, 05 November 2014

ARTI KELUARGA


KELUARGA

            Keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Untuk keluarga besar mungkin ditambah dengan kakek, nenek, tante, paman, keponakan dan masih ada lagi yang lainnya. Untuk keluarga kecil itu sendiri terdapat ayah sebagai kepala keluarga, dimana tugas seorang ayah adalah mengimami keluarganya untuk menjadi yang lebih baik dan menuntun untuk melakukan sesuai dengan agama yang dianutnya, dan terutama adalah untuk menafkahi keluarganya untuk dapat tetap bertahan hidup. Sedangkan ibu sendiri bisa dikatakan sebagai seorang wakil dari kepala keluarga, untuk dihormati dan disayangi. Ibu juga memegang peran penting dalam keluarga yaitu tanpa ibu, seorang anak tidak akan lahir, tanpa ibu seorang anak kecil tidak akan mendapat kasih dan sayang serta tidak akan mendapat perhatian dalam kebutuhan biologisnya. Dan ibu memiliki jiwa patritisme dalam hidupnya yaitu, ia lah yang telah melahirkan kita untuk dapat hidup di dunia ini dan mengandung kita selama 9 bulakn lebih lamanya, dan itulah mengapa ibu sangat patut kita hormati dan kita sayangi. Untuk anggota keluarga kecil lainnya adalah anak, dimana tanpa anak maka keluarga yang hanya beranggotakan suami dan istri saja tidak akan merasakan keindahan dalam berkeluarga, karena selain untuk istri maka ayah akan menafkahi anaknya, dan jika tidak memiliki anak maka keluarga tersebut akan merasakan kesepian dan kebosanan dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.
            Arti keluarga buat saya, keluarga adalah segalanya. Dimana keluarga merupakan tempat kita untuk menceritakan semuanya, dimana kita bertemu dengan orang-orang hebat seperti ayah dan ibu serta kakak dan adik. Mungkin kata yang tepat adalah “tidak ada tempat terindah dan terenak kecuali tempat dimana keluarga berada”. Sering kita berpikir bahwa ibu atau ayah kita terkadang melarang kegiatan kita, dengan berbagai alasannya tersendiri. Jika dipikirkan lebih lanjut, bukan mereka melarang kita untuk melakukannya, bisa saja mereka sangat khawatir dengan keadaan kita jika mengikuti kegiatan tersebut, atau pula ia ingin sekali menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama dalam rumah dan mungkin banyak lagi pemikiran lain yang belum tentu kita sadari seberapa jauhnya pemikiran orang tua kita tersebut.
            Selain itu keluarga juga tempat kita belajar, belajar untuk berlaku sopan santun, belajar tentang agama, belajar berpakaian, belajar melakukan segalanya sendiri dan bahkan belajar untuk membaca pun kita lakukan dirumah selain disekolah. Jangan pernah bilang yang pertama kali mengajarkan kita untuk membaca adalah guru taman kanak kanak kita ataupun guru PAUD kita. Karena tidak ataupun kita sadari yang pertama dalam hidup kita untuk mengajari kita membaca adalah bagian dari keluarga kita, bisa itu adalah seorang ibu ataupun ayah kita sendiri. Tidak berhenti disana, bahkan sampai saat ini, saat jauh dari mereka pun kita pasti dibekali dengan amanat dan pesan-pesan moral yang akan selalu kita ingat sampai kita mati nanti. Hal yang paling saya ingat ketika saya akan meninggalkan ibu dan ayah saya untuk menuntut ilmu di kampus yang pastinya jauh dari rumah saya adalah “jangan pernah tinggalkan solat dan mengaji untuk selalu dekat dengan-Nya, itu semua merupakan tameng untuk diri sendiri agar bisa terhindar dari kerasnya pergaulan di kota besar seperti ini”. Hal itulah yang bisa membuat saya selalu rindu akan rumah yang berada jauh di Kota Sawahlunto di Sumatera Barat (Perkenalan). Rindu akan ibu dan ayah pasti sangat dirasakan, karena saya sangat dekat dengan mereka berdua, tapi itu semua dapat diatasi dengan seringnya komunikasi yang terjadi.
Berbicara tentang komunikasi, kunci dari terjaganya keharmonisan keluarga adalah komunikasi. Karena bagaimanapun jika telah terdapat yang namanya keluarga, pasti anggota keluarga sangat menyayangi dan memperhatikan anggota lainnya dari keluarga tersebut. Jadi untuk menjaga kepercayaan itu maka perlulah komunikasi tadi. Komunikasi dalam hal ini tidak selalu antara ibu dan ayah atau suami dan istri saja. Itu merupakan bentuk universal, karena ibu pasti akan sangat khawatir terhadap anaknya yang mana anak tersebut tidak memberikan kabar ketika disaat ia meninggalkan rumah, begitu juga ayah dengan anak, bisa juga dari kakak terhadap adik dan sebaliknya, dan hal yang mungkin jarang kita lakukan yaitu mengkhawatirkan ibu atau ayahnya ketika meninggalkan rumah. Mungkin tidak semua melakukan hal demikian, tapi tentu ada anak yang lebih mementingkan urusan lain dari pada mengkhawatirkan keadaan ibu atau ayahnya ketika meninggalkan rumah. Tentu hal ini sangat tidak sepadan dengan apa yang telah dilakukan ibu dan ayahnya terhadap dirinya ketika mulai dari kecil hingga sekarang. Jika berbicara tentang jasa ibu dan ayah pasti hingga kiamatpun tidak akan pernah dapat terhitung betapa sangat berjasanya beliau dalam kelangsungan hidup kita. Untuk itu menurut saya keluarga dapat diartikan dalam dua kata yaitu “surganya dunia”, karena terdapat dua orang malaikat yang selalu menjaga dan menyayangi titipan Allah SWT. untuk mereka. (Genta Febriyanda)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar